SEBUAH KEBERSAMAAN

Standar

Kisah yang terinspirasi dari sebuah gambar yang menampilkan keadaan yang sungguh, sungguh jarang terlihat bahkan hingga kini tak kutemukan. Kisah kebersamaan dimana tak ada teknologi, tak mengenal situs jejaring social (baca: facebook) yang isinya menampilkan rasa hati entah itu cinta, benci, muak, marah, serta kecewa yang tertumpah ruah di dinding sang empunya halaman.

Kebersamaan. Kata tersebut sangat kurindukan. Kebersamaan bukanlah hanya sebuah keadaan dimana terdapat beberapa orang di suatu tempat.  Jika itu artinya, maka begitu dangkallah arti sebuah kebersamaan.

Saya pernah duduk dengan beberapa orang yang sungguh saya rindukan untuk dapat bercanda, berbagi ilmu dan pengetahuan, namun apa yang saya dapatkan. Mereka datang hanya untuk menyetor “Muka” saja. Setelah itu mereka duduk di pojok ruangan dan sibuk dengan barang elektroniknya masing-masing. Entah itu hanya untuk membuka kembali SMS yang telah masuk di inbox atau hanya sekedar menyalakan music mereka.

Kutegur mereka, “Apa kabarnya?”, dan mereka menjawab “Baik mba!”, Just it. Bahkan dalam tata karma English Grammar pun, biasanya jika ditanya “How are you?” pasti orang kedua akan menjawab “I am fine and how are you?”. Ada sebuah respon positif dari sang penerima pesan. Well, I don’t know what should I say…

Mereka yang dulunya imut, selalu mencari ilmu pengetahuan dengan rajin, dan senantiasa menyapa, kini hilang entah kemana.. Aku yang senang akan kehangatan di ruangan itu, sekarang merasa sunyi sendiri bahkan tak berteman. Paling aku hanya akan di ajak bicara oleh orang yang mengundangku saja untuk datang, dan yang lainnya…entah mereka diam karena sungkan atau diam karena kehilangan kosa kata untuk menyapa.

Lebih baik aku mencari manusia-manusia yang baru, yang lebih menghargai, yang mau mendengarkan, yang mau tersenyum walau ia tidak kenal dengan siapa ia tersenyum.

Lalu kebersamaan yang seperti apakah yang sebenarnya kuingin?

Seperti yang terdapat di foto itu…

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s