NIAT OH NIAT

Standar

Masih terikat kuat di ingatanku ketika aku baru saja mendapatkan gaji pertamaku bekerja. Bulan pertama adalah bulan yang paling menyenangkan karena artinya aku bisa membeli mp3 player favoritku dengan hasil jerih payahku sendiri.

Amplop yang kuterima belumlah kubuka. Masih rapi tertutup dan begitu kubuka hanya ucapan Alhamdulillah yang bisa kupanjatkan kepada Yang Maha Kuasa.

Keesokan harinya dengan tekat kuat aku pun berangkat menuju salah satu mall di kotaku dengan meminjam motor kakak. Aku memang baru saja bisa mengendarai motor saat itu, namun aku melaju kencang layaknya Valentino rossi. Tiba-tiba, sebuah angkot berwarna hijau mendadak berhenti di depanku dan membuatku kaget. Motor pun mati mendadak di tengah jalan. Gugup campur takut aku pun menyingkir dari arena jalan. Kucoba untuk menyalakannya dengan starter, namun tak ada hasil. Aku memang bukan orang yang pandai dalam urusan motor, makanya yang kutahu hanyalah pencet starter lalu gas dan jalan. Jadi ketika motor mati mendadak, aku pun gelagapan. Akhirnya kurogoh kantong dan kupencet no hp ayah lalu memintanya datang untuk membantuku. Maklum aku tak berani ke bengkel karena kata ayah nanti aku malah nggak mengerti apa yang dijelaskan oleh si tukang bengkel. 15 menit kemudian ayah datang dan begitu terkejutnya aku melihat ayah  menyalakan motor tersebut hanya dengan sekali engkol. Dengan malu aku pun mengucapkan terima kasih pada ayah. “Makanya belajar engkol dong” sindir ayah. Aku hanya bisa mesam mesem di depannya. Lalu, aku melanjutkan perjalanan, hampir sampai di mall yang kutuju, aku pun menabrak bemper mobil yang berada di depanku. Hufff….Cepat-cepat kututup kaca helmku dan tancap gas. Untung si pengemudi tidak menyadari bahwa aku baru saja menabraknya. “Sudah salah masih juga cari untung!” kutukku dalam hati. Pelan-pelan kumasuki area parkiran mall dan kuparkir motorku di lokasi yang mudah dijangkau alias tidak penuh. Akhirnya aku sampai juga di toko komputer yang kutuju dan langsung membeli mp3 player tanpa babibu. Selesai bertransaksi aku pun berpikir untuk langsung pulang saja karena hari ini adalah hari yang penuh dengan ketidaknyamanan alias bad day lah. Entah mengapa Tuhan menghukumku hari ini. Aku pun berpikir keras tentang apa yang terjadi. Salah apa hambaMu ini Ya Allah? Kok dalam sehari bisa dapat masalah beruntun. Tapi ya sudahlah, yang penting aku sudah punya mp3 player terbaru. Besok akan kupamerkan ke kawan-kawan. Belum selesai rencana pameran itu, tiba-tiba…hufff…sandalku putus!!! Waduh…masa di mall jalan ga pake sandal sih? Gimana nih? Malu!!! Akhirnya kuseret langkah kakiku menuju parkiran dengan tertatih-tatih. Sepanjang jalan aku pun menyadari apa yang tengah menimpa diriku. Hari ini aku berjalan dengan langkah sombong dan pikiran untuk berpamer ria dengan mp3 player di tangan. Awalnya aku sedih dengan keadaan ini dan tidak terima dengan semua musibah yang mendatangiku tanpa jeda sedikitpun, namun akhirnya kutatap langit di atas dan hatiku berbisik bahwa dari apa yang telah terjadi padaku artinya Allah sedang memperhatikan aku. Allah sedang memberikanku pelajaran langsung padahal semua itu baru saja bercokol di hatiku, tapi Maha Besar Allah dengan kekuasaanNya yang mengingatkanku pada hal-hal yang minor dan sering kuabaikan.

Dalam perjalanan pulang menuju rumah, aku mengendarai motor tanpa sandal dan ini bukanlah penampilan terbaikku tapi aku pulang dengan tersenyum. Mengapa aku bisa tersenyum dengan keadaan ini? Layaknya seorang perempuan yang berjalan dan dari kejauhan ia sedang diperhatikan oleh Kekasihnya, maka ia pun pasti berjalan dengan senyum termanisnya agar Sang kekasih tahu bahwa perempuan itu bahagia dengan perhatian yang telah diberikannya.

Allah, I know that YOU are here…always beside me.

Iklan

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s