VIRTUAL FLOWER POT

Standar

Suatu hari aku mendapatkan sebuah gadget dari salah seorang kawan dan ia bilang ini adalah gadget yang menarik untuk mengisi fitur di desktop laptopku. Namanya Virtual Flower Pot. Ini merupakan sebuah virtual bunga yang ditaruh di dalam pot atau bahasa sederhananya ini adalah bunga rekayasa yang dibuat namun ia harus selalu diperhatikan, contohnya diberi air setiap hari. Bunga ini akan mati jika tidak pernah disirami dan diberi cinta oleh sang empunya. Menurutku ini adalah sebuah gadget yang menarik, selain ia mempercantik desktop laptopku ia juga mengajakku untuk terus menjaganya tetap bersemi.

Hari pertama, aku sangat berambisi untuk membuatnya mekar karena pada mulanya ia hanya akan terlihat kuncup saja. Maka dari itu kusirami ia setiap hari agar ia mekar sepanjang hari. Dalam waktu beberapa menit saja ia tumbuh cantik. Warnanya yang merah membuatku selalu ingin menyiraminya.

Hari kedua, sama seperti hari pertama terus kusirami ia dan mulai terlihat daunnya memanjang dan membuat indah bungaku.

Hari ketiga, aku pun mulai terbiasa dengan keberadaan bunga virtual tersebut. Ia pun mulai terlihat sama dengan gadget lainnya yang hanya nongkrong di laptopku, seperti jam dan kalender.

Hari terus berlalu aku pun sibuk dengan kegiatanku sehingga ketika laptop kunyalakan aku pun langsung membuka email dan membuat laporan. Tak ada lagi waktu untuk si bunga virtualku. Sesaat ketika jaringan internet sedang bermasalah, maka kututup semua file dan kulihat bunga virtual masih merah menyala di dalam potnya. Dengan tak sengaja kuarahkan cursorku ke dalam potnya maka air pun menyirami tubuh si bunga virtualku. Tiba-tiba, jaringan internet kembali berfungsi dan aku pun kembali tenggelam dengan aktifitasku di kantor.

Suatu hari aku memiliki banyak masalah dan membuatku tak bisa berkonsentrasi. Kututup email dan file, kuamati si bunga virtual yang masih setia di layar laptopku. Ia tetap mekar merah menyala di dalam potnya, walaupun jarang sekali kusiram ia. Ia adalah tanggung jawabku untuk menyiraminya karena itulah aku memasangnya. Kuarahkan sekali lagi cursorku dan menyiraminya. Ia tak bergerak. Tak seperti biasanya. Biasanya ia akan terus tumbuh berkembang, entah itu kelopaknya atau daunnya. Kini ia diam saja. Kulihat gambarnya, ia tidak layu. Kusirami lagi, tapi tak ada perubahan di wujudnya. Apakah ia telah marah padaku? Bukankah ia hanya sebuah bunga virtual atau bunga rekaan komputer saja, lalu mengapa ia tak mau bergerak? Selidik punya selidik, jika ia telah cukup berbunga dengan maksimal maka ia akan diam dan tak akan berkembang lagi, walau sebanyak apapun aku menyiraminya.

Malam telah tiba, aku merasa tak ada lagi yang bisa kuperbuat dengan bunga virtualku. Dengan mantap aku pun me-reset-nya kembali alias kukembalikan ia kebentuk awal di mana ia baru saja menjadi kuncup bunga yang gundul tanpa daun panjang dan kelopak yang mekar. Kali ini aku berjanji akan terus menjaganya dan memperhatikannya. Dalam hati kukatakan untunglah ia hanya bunga rekaan saja, sehingga bisa kumatikan dan kuhidupkan sesukanya. Aku tak bisa membayangkan apabila bunga itu adalah diriku. Yang awalnya dipuja dan dicinta tapi akhirnya ia hanya menjadi penghias suasana yang tak pernah disayangi dan diperhatikan.

Ingatlah selalu orang-orang yang ada di sekitarmu. Orang-orang yang selalu memikirkanmu. Pernahkah engkau mencoba untuk menghubunginya? Atau pernahkah engkau sejenak mengingat mereka? Mereka yang selalu tersenyum indah ketika bertemu denganmu. Mencoba menjadi sempurna di hadapanmu. Tak sadarkah kau bahwa mereka sedang gelisah menanti kabar darimu, sedangkan kau malah acuh tak mau tau. Jangan sampai kau baru menyadari akan besarnya perhatian itu ketika engkau telah ditinggalkan. Mereka yang menyayangimu bukanlah bunga virtual atau rekaan komputer yang bisa kau matikan atau hidupkan dengan mudah. Mereka memiliki hati yang luar biasa. Mereka adalah orang-orang yang luar biasa. Sayangi mereka. Tanyakan kabarnya. Sms tak bisa. Miscalled pun tak mengapa.

Thanks to: kawanku (si Ranchoo dari Indonesia) yang udah ngasih ini bunga virtual, kepada keluarga tercinta, dan tentunya seluruh saudaraku yang kucintai dimana pun kalian berada. Kalian semua adalah Kanda, Yunda, Dinda, kawan, guru, dan motivatorku yang terbaik. Ketika raga tak dapat berjumpa, doaku hanya satu semoga kalian sukses selalu.

Iklan

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s