AKU PERCAYA KAMU

Standar

Wahai kau kertas putih,

izinkan aku menggoreskan tinta hitam di atas tubuhmu agar yang tak dapat kubahasakan dengan lisan bisa aku keluarkan dari sesaknya otakku ini.

 

Wahai kau kertas putih,

izinkanlah aku menceritakan cerita yang selalu muncul di benakku ketika ilham mengucur deras di serambi otakku ini.

 

Wahai kau kertas putih,

mungkin kau bosan mendengar segala kisah yang telah kubuat entah itu asli atau rekaan, namun bagaimana jika memang kau saja yang kupercaya untuk mendengarkan

 

Wahai kau kertas putih,

hatiku tak sebening air telaga dalam tenangku, jiwaku tak seputih lembaranmu ketika aku memilih tuk tak berkoar dalam sebuah peristiwa

 

Wahai kau kertas putih,

kadang aku dipikir adalah batu, tapi kadang aku pun dipikir adalah salju. padahal aku bukanlah keduanya, kurasa kau tahu siapa aku

 

Wahai kau kertas putih,

biarkan aku menulis kembali huruf – huruf yang tak pernah kutulis padahal dulu sering kutulis

 

Wahai kau kertas putih,

jika tulisanku tak bisa dipahami, memang itulah tujuanku agar tak dipahami

 

Wahai kau kertas putih,

semoga kau rela menungguku ketika inspirasiku hilang dan tak tahu akhir dari ceritaku sendiri

 

Wahai kau kertas putih,

malam ini kuputuskan untuk berbagi cerita tak hanya denganmu..

 

apakah kau akan marah???

 

karena aku ingin kembali…

 

menemukan aku yang sejatinya aku…

 

malam ini aku akan bercerita panjang agar lepas semua cerita, kisah, dan harapanku

 

tapi bukan denganmu…

 

Aku akan bercerita dengan DIA, Sang Penguasa Alam….Sang Pencipta….

 

Wahai kau kertas putih,

besok hari akan kuceritakan semua cerita baru setelah aku bertemu denganNya

karena aku percaya kamu

Iklan

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

One response »

  1. The unwritten white paper,

    Will I have the courage to write on you once again?
    These unspeakable words somehow let loose,
    Pouring out amid my silence
    Voiceless yet everyone hears

    Nonetheless,
    It was you who taught me to speak
    It was you who echoed my sound

    And here I am standing,
    And the only reason I stood by myself here,

    You believe in me

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s