BUKAN SEMBARANG TINI

Standar

“Salah lagi…Salah lagi…Kutepuk jidatku dan mulai menertawakan diri sendiri. Bagaimana bisa kali ini aku terjebak dengan perasaan yang sifatnya abstrak sehingga membutakan mata dan melupakan logika. Tidakkah cukup bagiku pengalaman-pengalaman pahit yang kualami? Bukankah seharusnya aku semakin pintar dalam mengelola rasa, lha kok makin mundur toh!!”

Tini mulai mengutuk diri dalam diamnya. Dalam hatinya hanya ada dua rasa “Sedih” dan “Lega”. Sedih karena sekali lagi ia harus menelan kegagalan dan Lega karena akhirnya keluar sudah semua rasa yang telah ia pendam bertahun lamanya.

Ia memejamkan matanya sekuat mungkin, mencoba untuk menjadi perempuan normal yang menangis ketika cintanya harus kandas, tapi semakin keras ia mencoba menangis semakin keras pula hatinya untuk berkata “Kau ini luar biasa”.

Dirinya itu cerdas namun rapuh. Terkadang dengan kerapuhannya mampu menimbulkan sebuah kekuatan yang membuatnya bersinar di setiap langkah yang ia ambil.

Ia seperti tanah liat yang begitu mudah diolah menjadi barang antik. Entah mau hanya menjadi asbak atau menjadi guci antik atau apalah namanya.

Terkadang bila kulihat Tini begitu memukau karena ia adalah orang yang sangat cepat berkembang dari pada yang lainnya. Keberuntungan selalu menyertainya.

Namun Tini tak pernah berkata ia bisa karena ia beruntung. Ia tak pernah membalas kata-kata yang menyakitkan itu, namun ia hanya membalas dengan senyuman.

Kulihat Tini itu seperti tak punya amarah. Ada yang berbuat kesalahan padanya tapi tak pernah ia mencoba untuk membalasnya. Ia hanya menarik nafas dan mulai menyalakan lagu riang agar semua amarah padam.

Hari ini, kulihat Tini berjalan sendiri walau di sisinya ada beberapa kawan menemani. Ia mulai kehilangan rasa peduli karena ia tak tau pada siapa ia harus peduli. Ia akan memberi jika kau meminta. Itu saja.

Tini, bukan sembarang Tini. Ia terlalu rumit untuk aku gambarkan disini. tapi kuharap kau dapat mengerti jika kau bertemu dengannya, memandang senyumnya, dan mendengar ia berkata.

Tini, semoga kau tak apa…semoga bahagiamu selalu ada…

 

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s