Secuil Kenangan

Standar

Kulangkahkan kaki di gedung aula yang sudah mulai dipadati oleh para undangan. Dengan keadaan yang lelah setelah berjibaku dengan berbagai macam tantangan yang harus dihadapi di tempat kerja. Kucari-cari bangku kosong agar bisa dengan cepat mengkuti jalannya acara dan ternyata kudapati salah seorang sahabatku tengah duduk manis di sana. Senyum seadanya kulemparkan lalu duduk manis menyaksikan sebuah sejarah baru yang sedang berlangsung. Sesekali kubenarkan letak dua tas yang kubawa sedari tadi di sisiku. Sebenarnya ini adalah pertama kalinya mendatangi sebuah acara penting tanpa ada persiapan matang, baik itu kostum, make up, dan sebagainya. Namanya juga perempuan, tidaklah merasa pede apabila harus berada di tengah pusat keramaian dengan perasaan yang tak nyaman.

Sambutan yang cukup banyak memberi celah untuk ngobrol dengan sahabat di samping. Mulailah kami bercerita hal-hal yang telah kami lalui selama seminggu ini. Ia dengan aktifitasnya dan aku pun menceritakan segala macam aktifitasku. Keluh kesah mengucur deras dari bibirku karena memang lama rasanya tak bertemu dan berbagi dengan sahabat dekat yang satu ini.

Dari ceritanya, aku melihat sosok perempuan yang luar biasa. Sosok pekerja keras yang berhasil melampaui ekspektasinya sendiri sehingga muncullah kalimat dari mulutku yang mengatakan bahwa ia adalah sebuah bukti bahwa tidak ada yang tak mungkin di dunia ini. Ia pun tersenyum.

Kuhela nafasku, berat.

Dalam pikiranku Cuma satu yaitu pulang dan istirahat karena saat ini diriku tidaklah dalam keadaan 100%. Setelah kami saling melepas kangen, ia pun berkata sesuatu yang bagiku sangat membangun mentalku kembali. Ia bilang “Jika aku menjadi kau, aku takkan mungkin sanggup menghadapi semua tantanganmu, namun kau mampu bertahan dan berhasil melaluinya hingga bisa menghadiri acara ini”.

Aku terdiam. Mencoba untuk mencerna kata demi kata yang ia ucapkan hingga tak terasa sang pembawa acara pun mengucapkan salam penutup.

Dalam perjalanan pulang, baru aku menyadari apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh sahabat sejatiku. Tanpa kusadari, kulalui jalan nan gelap di malam ini dengan tersenyum lega. Hati pun berbisik “YAKUSA”.

Fiyati Utami

Samarinda, 28 Februari 2011

 

NB: Sebuah kenang-kenangan manis dari Acara Milad dan Pelantikan Pengurus HMI Cab Samarinda 2011.

Iklan

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s