Sedekah dan Ikhlas

Standar

Ada sebuah judul buku yang menggelitik hati saya untuk membacanya yaitu “Tenyata Sedekah itu Nggak Harus Ikhlas”. Pertama kalinya melihat judul itu, saya jadi berpikir makna sebuah keikhlasan. Banyak orang berkata bahwa kita harus ikhlas dalam melakukan sesuatu, semua diserahkan kepada Yang Maha Kuasa, sama halnya dengan sedekah.

Sedekah memang menjadi hal yang kurang familiar di kamus saya karena saya bersedekah ya karena momentnya tepat saja, kalau memang lagi ada uang terus ada pengemis yang berseliweran di sekitar saya. Nah barulah timbul yang namanya sedekah, tapi kalo keadaannya tidak mendukung, maka ya terlupakanlah hak2 orang lain itu.

Membaca buku ini mampu menantang saya untuk melakukan perbuatan yang satu ini. Tentunya karena akhirnya ada juga yang membuka mata saya bahwa sebuah keikhlasan itu hadirnya dari sebuah kebiasaan yang dibangun oleh orang yang bersangkutan.

Bener juga kalo misalnya utk pertama kalinya kita bersedekah, otomatis di otak kita akan ada banyak hal yang mencoba mengganggu kita, contohnya: mudahan ada yang liat kalo aq ini udah bersedekah atau uh baiknya hatiku karena rela untuk menyumbangkan sebagian kecil uang bagi yang tak mampu. Hoalaahhh………

Jadi ternyata sedekah itu nggak harus ikhlas….

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s