“Bunga di Malam itu”

Standar

Malam itu lah malamku
ketika aku bertemu denganmu
dalam hati ku tersedu
tanganku tergenggam menahan haru
mataku tak lepas darimu
walaupun ku sendiri ragu

Reff:
Bunga menebar sejuk wewangian malam itu
ku tak mampu menahan rasa yang tak menentu
lalu muncullah rasa di dalam benakku
ku tak pantas memandangi wajahmu

Rindu itu belum hilang
walau pertemuan itu terkenang
dalam hatiku berdoa
jangan sampai aku pernah terlupa

Padamu penjaga hidupku
tak pernah meninggalkan aku

 

Ini adalah lirik lagu dari Letto “Bunga di malam itu”. Lagu ini dapat mengingatkanku pada hal2 yang indah. Pertama, Tentang keagungan Tuhan. Terkadang ketika kuresapi lagu ini membuatku merasa bahwa aku ini kecil sekali dan tak ada apa2nya di banding Yang Maha Kuasa. Tubuh ini terlalu banyak bergelut di dunia yang penuh dengan kefanaan sehingga penuh debu dan dosa. Seorang hamba tak mampu memandang Tuhannya ketika ia tahu ia tidaklah pantas untuk sekedar melihat keindahan itu. Terkadang ketika kita tahu bahwa hidup ini telah kita habiskan hanya untuk dunia saja, dan lupa bahwa Tuhanlah pemilik segalanya. Sifat sombong dan angkuh yang seharusnya hanya bisa dimiliki oleh Sang Pencipta tapi malah aku yang kecil dan hina yang mencoba menggunakannya. Ya Tuhan, semoga kau memaafkan segala khilafku dan pantaskanlah aku untuk memandangiMu.

Kedua, keindahan dari sifat seseorang. Di tengah sombongnya dan angkuhnya diri, terkadang ada rasa malu saat harus berhadapan dengan orang2 pilihan. Mereka yang penuh dengan keindahan dan jiwa-jiwa yang bercahaya. Aku pun menundukkan pandangan karena tahu rasanya tak pantaslah seorang ‘aku’ berani memandang karena mata adalah pembuka semua rasa dan bagiku itu berbahaya. Ketika bertemu dengan orang-orang pilihan, mereka sangat bersinar dan tak dibuat2. Sinar itu muncul dengan sendirinya di wajah bersih mereka. Kapankah aku dapat menjadi seperti mereka ‘Sang Jiwa yang Bercahaya’? Ya Tuhanku, baikkanlah akhlakku dan tuntunlah aku kembali ke jalanMu.

 

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s