Miss ‘Anu’

Standar

By Fiyati Utami

Gelar ini kudapatkan ketika aku berada di Bali guna mengikuti national meeting perusahaanku bekerja. Seluruh kawan dari berbagai kota datang dan kami mendapatkan tempat penginapan hotel yang tak jauh dari lokasi meeting. Kegiatan itu berlangsung selama satu minggu. Tanpa disadari ada hubungan persahabatan yang terjalin dari kegiatan ini. Aku dari Samarinda, Ms Yusi dari Bandung dan Ms Miriam dari Palembang, kami bertiga mendapatkan kamar yang sama sehingga hari-hari pun kami lalui bersama.

Tanpa kusadari, di setiap perkataanku selalu ada kata ‘ANU’ sehingga mereka berdua selalu bertanya-tanya ada apa dengan kata ‘Anu’ sehingga menjadi trademark di setiap kalimat-kalimatku. Setelah mereka mulai memperbincangkan kebiasaanku barulah aku menyadari keberadaan si ‘Anu’ yang ternyata sangat menganggu apalagi jika aku berkata “Minta anunya dong!”, bisa geger semua yang dengar…hahaha…dan ternyata tak hanya aku saja yang memiliki masalah dengan kebiasaan buruk ini, salah seorang kawanku bercerita bahwa ia memiliki kawan lain yang sering menambah kata ‘Mungkin’ di setiap ucapannya sehingga ketika pada suatu hari saat ia ingin memberikan sambutan di depan para undangan di salah satu kegiatan kampus, ia pun berkata “Hanya kata terima kasih yang sebesar-besarnya yang mungkin dapat saya ucapkan kepada seluruh tamu yang datang dan sebelum kita membuka acara ini marilah kita berdoa, hmm, mungkin kepada Yang Maha Kuasa semoga kegiatan ini mungkin terlaksana dengan baik. Amin. “. Ckckckckckck. Aku pun tak dapat menahan tawa mendengar cerita itu. Jadi aku pun berjanji takkan mengucapkan kata itu lagi, walau sebenarnya itu adalah hal sepele saja tapi itu bisa jadi penilaian orang lain bahwa kita tidak mudah untuk fokus terhadap apa yang sedang kita katakan.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Apabila kita tidak dapat mengontrolnya sendiri, maka kita perlu orang terdekat untuk terus mengingatkan kita. Beri sangsi apabila ini terjadi (contohnya apabila kedapatan mengucapkan kata ini lagi, maka ia harus mentraktir kawannya makan. hahahahaa).

Apabila hal yang kurang baik dilakukan terus menerus maka ia akan menjadi sebuah kebiasaan yang pada akhirnya menuai kontra bagi orang sekitar kita maka sadarilah saat ini juga.

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s