Up Gradding Kesopanan

Standar

Hal ini tercetuskan oleh salah seorang kawan dekat saya ketika kami sedang membahas perihal attitude atau sikap dari beberapa orang yang kami perhatikan. Terkadang saya menemui orang-orang yang tanpa mereka sadari sikap mereka sangat tidak menyenangkan. Hal tersebut bisa jadi karena faktor kebiasaan dan lingkungan. Ada beberapa adik-adik yang tanpa mereka sadari terkadang menyinggung perasaan orang lain. Mungkin apabila hal ini dibahas otomatis akan ada anggapan bahwa ini hanyalah masalah perasaan sensitif kita terhadap sikap seseorang. Menurut pandangan saya, sikap itu sangatlah mempengaruhi penilaian orang lain terhadap pribadi kita. Apalagi sekarang ini jika kita melihat beberapa kasus yang diperkarakan hanya karena perbuatan yang tidak menyenangkan. Wah, bisa-bisa diseret ke meja hijau karena berkelakuan tidak menyenangkan, tapi hendaklah hal tersebut direspon dengan wajar saja. Begitu melihat perbuatan atau sikap yang kurang berkenan, kita bisa saja memberitahu yang bersangkutan atas apa yang sedang ia lakukan. Ketika kita berada dalam ruang lingkup professionalisme, maka sudah pasti kita memahami adap yang kita gunakan. Ketika kita berada di tengah-tengah komunitas kita atau semacam English Club, maka kita pun bercanda sewajarnya saja karena tidak semua orang terkadang menerima candaan tersebut apalagi sampai menggunakkan nama seseorang. Semua situasi selalu ada hal yang perlu dijaga, jangan sampai hal tersebut mengurangi tingkat kewibawaan kita di hadapan orang lain. Bukankah Agama kita pun mengajarkan kita tentang sopan santun dan hal tersebut pernah saya dapatkan ketika masuk di kelas Akidah Akhlak. Hal-hal kecil pun dibahas di sana.

Memang kita masing-masing memiliki sebuah kebiasaan, namun tidakkah kita sadar apakah kebiasaan kita dapat diterima oleh orang lain. Terkadang saya pun tak tahan dengan kelakuan beberapa orang yang tak paham jua dengan bahasa sindiran agar ia berhenti melakukan perbuatan yang kurang baik tersebut. “BEHAVE YOUR SELF!!!” itulah yang sering muncul di pikiran saya ketika melihat hal tersebut terjadi.

Seseorang itu memiliki tiga hal yang dapat membuatnya terlihat LEBIH:

1. Knowledge (Ilmu Pengetahuan)

2. Skill (Kemampuan)

3. Attitude (Sikap)

Saya pernah mengisi sebuah pertemuan dan 3 hal ini saya jelaskan kepada semua adik-adik yang bersedia hadir dalam acara tersebut. Saya termasuk orang yang sangat senang menjelaskan sesuatu melalui bahasa-bahasa majas. Mudah-mudahan saja dipahami dan dapat dipraktekkan. Dalam kesempatan tersebut, saya memberikan contoh ketika seseorang hanya memiliki Knowledge (Ilmu Pengetahuan) saja tanpa ada skill yang menunjang dan Attitude yang baik, maka ia akan menjadi sia-sia dan ilmu tersebut hanya menjadi sebuah informasi bagi pemilik si kepala saja. Sama halnya orang yang hanya punya Skill (Kemampuan) namun ia tak memiliki Knowledge (Ilmu pengetahuan) yang cukup serta Attitude yang tidak memadai, ya akhirnya sami mawon.

Saya ingin memberikan anda beberapa contoh kasus (Case Study) untuk melihat tingkat respon anda terhadap attitude seseorang:

Anda adalah seorang tuan rumah. Tiba-tiba pintu rumah anda sedang diketuk oleh tamu, lalu anda membuka pintu dan menanyakan perihal kedatangan mereka karena anda tidak mengenal mereka. Ternyata orang tersebut adalah kawan dari adik anda dan sayangnya adik anda belum berada di rumah dan sebentar lagi ia akan pulang. Maka anda pun bertanya, apakah anda berdua ingin menunggu di ruang tamu? satu orang tamu terlihat bingung apakah ia menunggu saja atau tidak lalu ia pun bertanya kepada seorang kawannya yang dari tadi berada di luar pagar rumah anda sembari masih duduk di atas motornya. Tamu kedua ini sempat menyeletuk “Gimana nih bukannya janjinya jam segini?” dengan wajah yang tidak menyenangkan padahal ada sang tuan rumah di depan pintu. Lalu apakah yang akan anda lakukan sebagai seorang tuan rumah? melihat tamu anda menyeletuk, berbicara ketika berada di atas kendaraannya, padahal ia jelas sedang bertamu?

Kisah-kisah di atas merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian saya saat ini. Saya pikir kita saat ini tidak hanya berbicara bagaimana untuk mengupgrad pengetahuan dan kemampuan kita di lembaga kursus atau pendidikan formal maupun non formal, tapi jangan lupa juga tentang attitude anda. Tidak semua orang senang dengan anda, tapi tidak semua orang benci dengan anda.

 

Fiyati Utami

Samarinda, 11 April 2011

Iklan

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s