SEIRING ATAU MENGGIRING???

Standar

By Fiyati Utami

Bayangkanlah ketika anda mulai belajar mengendarai mobil, Tekan pedal gas, dan mobil anda akan berjalan lebih cepat. Putar setir anda, dan mobil akan berganti arah. Tekan pedal rem, dan mobil akan melaju secara perlahan atau berhenti. Dengan perangkat ini, anda mengendalikan arah dan kecepatan; atau jika beberapa diantaranya tidak berfungsi, maka mobil tersebut berada di luar kendali.

Dapatkah anda memahami ilustrasi di atas? Apa maksud dari sebuah gambaran tersebut? Mobil itu sebagai apa, lalu gas, kemudian setir, terakhir remnya. Saya yakin anda semua mampu menangkap pesan saya. Suatu organisasi juga harus dikendalikan; yaitu harus ada perangkat-perangkat untuk memastikan bahwa tujuan strategis organisasi dapat tercapai. Setiap perangkat-perangkat yang ada haruslah disusun dengan baik sehingga ia mampu menciptakan sirkulasi yang optimal.

Dalam kehidupan ini, kita selalu dihadapkan pada situasi kondisi yang tak terduga sehingga gas, setir, dan rem itu diharapkan mampu kita gunakan dengan bijak. Sadarkah kawan kita semua adalah pemimpin. Dalam kehidupan ini, semua hal selalu berurusan dengan kepemimpinan, manajemen, serta organisasi. Di setiap pelatihan pun pasti kita temukan topik ini di dalamnya.

Saya pernah mendengar bahwa mengendalikan suatu organisasi adalah jauh lebih rumit dibandingkan dengan menjelaskan proses pengendalian dalam sistem yang lebih sederhana. Kalau mendengar teori ini rasanya berorganisasi itu kok ribet banget ya. Hahaha. Makanya sebelum anda berlayar di lautan, persiapkan dulu bekal anda. Ya paling-paling jika tidak ingin ribet, mending tidak usah saja mencicipi dunia tersebut. ‘Gitu saja kok repot!’

Namun sebagai seorang insan, kita tidak bisa menutup mata dan telinga ketika di sekitar kita membutuhkan sebuah perubahan ke arah yang lebih baik dan sangat berarti bagi orang banyak. Kita harus menjadi orang yang sensitif terhadap persoalan-persoalan yang ada di sekitar. Tapi, lagi-lagi bukankah lebih baik menengok terlebih dahulu isi rumah kita sebelum melihat rumah orang lain. Sudah rapikah rumah kita? Jangan-jangan kita sudah disibukkan dengan ribuan ide-ide kreatif tanpa menyadari bahwa tidak ada satu pun yang ‘Jadi’.

Dalam sebuah organisasi tentunya juga berbicara tentang ada banyaknya kepala yang masing-masing darinya memiliki pikiran sendiri-sendiri. Masing-masing individu tentunya ingin didengarkan kemauannya, namun apakah kita pernah belajar untuk mendengarkan. Kita selalu ingin mencapai tujuan bersama, tapi saat ini adalah apakah kita ini sudah seiring atau jangan-jangan kita saling menggiring. Itulah mengapa ada namanya pengendalian. Hal yang paling bijak adalah anda dapat mengendalikan diri anda sendiri sebelum anda mengendalikan orang lain. Dalam kamus idiom Bahasa Inggris yang saya baca ‘Put you foot on his shoes’ Belajarlah memahami orang lain agar anda tahu posisi tersebut dan merasakan apa yang orang lain sedang rasakan.

Lalu bagaimana dengan hasil dari pengendalian tersebut? Ow tentu saja manis rasanya. Anda bisa bayangkan ketika anda telah berhasil memimpin dari anda sendiri, maka secara otomatis orang yang ada di sekitar anda akan merasakan aura kepemimpinan anda tersebut sebelum anda membuka suara. Bagaimana kita tahu bahwa kita berhasil menjadi seorang pemimpin bagi orang lain? Anda akan tahu apakah anda seorang pemimpin bagi orang lain atau tidak yaitu dengan memperhatikan. Perhatikanlah sekitar anda, berhati-hatilah apabila orang-orang tidak mendengarkan anda, maka anda bukanlah seorang pemimpin, namun ketika orang-orang tengah mendengarkan anda, maka andalah pemimpinnya. Bicaralah, maka orang yang hadir pun akan mendengarkan serta tuliskanlah, maka orang yang belum lahirpun dapat mendengarkan anda (E.F.Hutton).

 

 

Iklan

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s