The Problem Solver

Standar

“Ih, kamu baik banget udah mau mendengarkan masalah-masalahku…dan makasih ya atas solusinya”

Hmm…pernahkah kalian mendapati seorang teman berkata seperti itu kepada diri kalian? Ane rasa sih tanpa kita sadari terkadang kita bisa menjadi seorang problem solver jitu bagi kawan-kawan yang sedang dirundung awan mendung di hatinya (Ceileh..!). Dengan suara dan nada yang penuh dengan cinta, kita sering memberikan semangat untuk orang lain. Dengan pemikiran yang jernih, kita mampu mengatasi masalah tanpa masalah (eh, pengadaian kaleee…!). Bahkan dalam imajinasi ane, terkadang si problem solver udah kayak Angel yang datang menggunakan sayap plus bando terbang di atas kepalanya (Suer, kali ini lebay tingkat tinggi!!!). Tapi, memang tak bisa dipungkiri ketika kita menemui orang lain khususnya sobat kental yang butuh sharing dengan kita, kita bisa saja memberikan jalan keluar bagi kawan kita dengan mudahnya. Apakah kalian tahu bahwa mendapakan senyum kecil dari kita saja, seseorang yang sedang bermuram durja bisa sedikit terobati, belum lagi senyum itu hadir dari wajah kita yang penuh dengan cahaya putih dan manis lagi (Hahaha). Hayoo…siapa yang tidak senang hatinya? Ternyata menjadi seorang problem solver bagi orang lain adalah hal yang bisa dan mudah untuk dilakukan ya…memberikan masukan yang membangun, mentransfer energi positif sehingga luka dari seorang kawan mampu terobati. Tapi apakah kita mampu menjadi problem solver bagi diri sendiri? Ternyata ga gampang loh…

Ane jadi teringat sebuah cerita ketika ane bertemu dengan salah seorang kawan baik yang namanya ane samarkan, sebut saja “Bunga”, selama ane bertemen dengan Bunga, ia selalu menjadi kembang api bagi kawan2 yang lain termasuk bagi ane (Eit, bukan kembang api di acara taon baruan ya…makna lainnya yaitu penyemangat).  Bunga adalah sosok yang sangat cekatan dan yang paling ane suka adalah ketika ia memberikan kata-kata saktinya yang mampu membuat ane terperangah dan takjub (kali ini bukan lebay, tapi alayy..). Suatu hari ane ketemu dengan bunga, tapi hari itu ia tak seindah namanya karena wajahnya suram, ibaratnya dari 500 meter ane udah bisa nangkep sinyal jelek dari wajahnya (wkwkwkwk). Pas ane tanya, ternyata si doski sedang ada problem yang luar biasa, lalu mulailah ia bercerita tentang ini itu. Ane emang bukan ahli dalam solving a problem, tapi setahu ane terkadang seseorang itu Cuma butuh untuk didengarkan aza. Tanpa terasa, 1 jam lebih bunga bercerita, ampe akhirnya ane pun nyeletuk “gak nyangka hidup lo lebih suram ketimbang ane!” eh si dia mah malah ketawa dengernya lalu ia pun beristighfar karena ia ingat bahwa tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan oleh seorang Hamba. Ane memang bukanlah orang yang punya banyak kosa kata untuk meninggikan hati , so ane Cuma akan berkata apa adanya, hanya saja ane paling nda bisa serius ketika sedang membicarakan hal2 yang krusial bagi sebagian kawan. (Lha, koq ane yg curhat! Ogah!!!).  Akhir kata, ane mah sedikit menarik kesimpulan bhwa terkadang kita tak mampu menjadi seorang problem solver bagi diri kita sendiri, apa lagi kalo udah gelap mata…(mati lampu ya?).

Ketika hati sedang dirundung duka, kecewa, marah, atau pun sedih lantaran jadi Siti Nurbaya di era modern, ya jangan kau lara sendiri lah…(kayak lagunya katon n mba uthe)! Ceritakanlah perasaan itu dengan yang lain karena kau itu manusia juga sama seperti ane, kalo mau lebih mak nyos lagi curhat online saja dengan Allah Swt, Tuhan Maha Cinta (Dengan gaya Nidji lho bacanya…). Dijamin, mo cerita ampe subuh juga bisa!

Hati itu Cuma ada satu, Hati itu perlu dijaga kesehatannya, Hati itu adalah cahaya hidup, bayangkan ketika hatimu sedang bernoda karena kesedihan ataupun masalah2 dunia, ia pun tak lagi bersinar. Lalu siapakah yang mampu mengingatkan kita kalau bukan dari  seorang kawan.

Hai kau sang problem solver,

Namamu keren seperti nama orang2 bule

Jika kau sedang sendiri, ajaklah aku berbicara

Jangan sampai kau terkurung dengan labelmu sendiri,

Kau itu manusia sama sepertiku juga.

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s