IT’S JUST A RING!!!

Standar

Semua orang juga pada tau Cincin adalah sebuah perhiasan cantik yang disukai oleh makhluk tuhan yang paling cantik segajat raya, termasuk ane lho ya…(narsis! Lha ya iyalah cantik, masa ane ganteng). Ane termasuk salah seorang yang suka melihat barang imut yang satu ini, tapi paling anti untuk menggunakannya karena ane bukanlah orang yang teliti dalam menyimpan barang kecil nan berharga ini. Maka dari itu, saat ane masih memiliki tinggi sekitar 100cm (sok tau banget ya), ane tak pernah berani untuk memakainya.

Jika ane pergi ke sebuah pameran atau paling banter ke PM (bukan plaza Mulia yang sebenarnya, tapi pasar malam), terkadang ane bisa terhipnotis untuk melihat berbagai macam cincin tersebut. Ada yang bentuk bintang, bunga, daun, bahkan binatang. Cantik!!! Ada yang emas, ada juga yang perak…semuanya sesuai selera anda dan harganya pun bervariasi (lha kok jadi promosi).

Suatu hari ane pun merasa ingin untuk mengenakan sebuah cincin, lalu pergilah ane ke sebuah toko dan mulai melihat-lihat, idih ternyata tak semudah apa yang ane kira untuk memilih cincin yang pas, sesuai dengan kita dan indah pula. 15 menit, 20 menit, 30 menit, eh sampai 1 jam ane berdiri di depan kaca toko tapi belum ada satupun yang sreg di hati, ampe si abang penjaga toko berkali-kali berdehem (maaf atuh bang!). Sempet saya berpikir bahwa apa saya ini adalah orang yang perfeksionis hingga untuk memilih cincin saja saya perlu waktu yang demikian lama, tapi mau gimana lagi, ini kan cincin pertama seumur hidup (wkwkwk, kasian banget ye idupnyee). Akhirnya setelah berjibaku dengan banyak pilihan dan deheman dari si abang penjaga toko, ane pun memilih salah satu cincin. Motifnya simpel, bentuknya bintang dengan satu permata putih kecil di tengahnya.

Permasalahan pun datang malah setelah si cincin telah dibeli. Eh, ini dipake sebelah kanan atau kiri ya? Maklum yang belum pernah make (uma ai….lebaynya ikam!). Karena ternyata antara tangan kanan dan kiri memiliki volume yang berbeda dan setelah dihitung menggunakan rumus albert einstein, akhirnya diputuskan untuk menggunakannya di sebelah kanan tepatnya di jari manis. Sebulan, dua bulan, wow…tampaknya ia begitu mempesona ampe ane senyam senyum sendiri melihatnya (mulai gila).

Suatu waktu ane pun bertemu dengan kawan lawas (kawan seperjuangan ketika tahun 1945), ia pun bertanya “Lho, kok cincinnya di tangan kanan?”. Dengan wajah yang innocent, ane pun mengernyitkan dahi “mang kenapa?”.

Ow…ternyata oh ternyata….menurut kawan saya itu ada maknanya kalo kita pake cincin itu di tangan kanan dan di jari manis. Cape deh!!! Dan terus eh si kawan Cuma bilang “Oh pantesan ampe sekarang kau itu gak punya……..bla bla bla” (hoalah gak enak lah klo di denger telinga ane, makanya rame2 dong! hhihi)

“I don’t know exactly about this matter,  is it right or wrong? And I don’t want to be dizzy cos of this, everything is still a mystery, isn’t it?”

“Cincin hanyalah sebuah benda, ia adalah sebuah perhiasan semata, mau dia ditaruh di tangan kanan atau kiri, dia tetaplah sebuah cincin…..”

It’s just a ring!!!

Iklan

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s