“Jalan-Jalan Asyik Ala Adinda Fiya”

Standar

“Sunday is my big day” Itulah ungkapan cintaku terhadap hari libur kerja ini. Pastinya bagi semua para pekerja pun setuju, namun jangan pernah menderkreditkan hari-hari lain ya karena tanpa 6 hari yang lain maka takkan ada hari minggu. Setuju???

Hari minggu adalah hari jalan-jalan asyik bagiku. Bagaimana tidak? Aku dapat berada di tengah keluarga dan bersantai dengan mereka. Makan-makanan rumah serta ber-chat ria bersama orang rumah setelah itu jalan ke tempat-tempat yang penuh dengan ilmu. Ilmu apaan ya??

Rasanya tak asyik, jika tak menjalani hari ini dengan lebih semangat. Maka dengan kesiapan uang sebesar Rp. 1.500 guna membayar parkir, marilah kita berkunjung ke arena “membaca segila-gilanya sepuas-puasnya” dengan buku-buku baru yang masih hangat untuk diperbincangkan. Dimana lagi tempatnya kalo bukan Toko Buku. Hahaha.

Begitu sampai di TKP, aku pun dengan cepat menyortir beberapa buku yang mantap plus tanpa bungkus plastik (biar bisa dibaca. wkwkwk). Sudah kutemukan tempat-tempatnya: Bagian ketrampilan, Novel, Management, Sastra, dan yang terakhir Agama.

1. Ketrampilan.

Entah mengapa bagian ini selalu menarikku untuk membuka sisi buku lebih dalam. Walau sebenarnya menurut beberapa orang, membuat prakarya sangatlah mudah yang terpenting memiliki waktu luang dan tentunya bahan serta alat. Setelah menggunakan gaya scanning dan skimming, aku pun mendapat beberapa pengetahuan baru untuk membuat kotak kado yang imut dan murah, selain itu ada beberapa cara untuk membuat boneka dengan kain flanel. Ih semuanya sangatlah mudah untuk dikerjakan. Jadi ga sabar untuk berkreasi kembali.

2. Novel

Kali ini kutemukan sebuah novel yang bercerita tentang ‘IBNU SINA” yang berlatar belakang penjara berlapis tujuh. Wow!!! Namun sayang buku ini tak dapat ku scanning karena ia tertutup rapi dengan balutan plastik tipis. Hiks hiks hiks. Lalu ketemukan sebuah buku cerita kumpulan kisah curcol (curhat Colongan) dari 25 murid tentang Guru mereka di sekolah dan buku itu dipersembahkan untuk sang Guru tercinta. Bagaimana si murid menjuluki teknik mengajar guru dengan sebutan “KASET RUSAK” karena si murid terus diminta mengulang semua kata-kata yang sudah diberikan oleh si guru, namun dengan teknik itulah mereka dapat memahami pelajaran yang sedang diberikan dan akhirnya murid pun paham bahwa pengorbanan sang guru yang mati-matian mengajar adalah untuk masa depan mereka sendiri. Pengen beli buku ini untuk Guruku tersayang.

3. Management

Bagian ini sangat menarik perhatianku karena pada dasarnya manajemen sangatlah diperlukan bagi kita semua untuk membuat peta hidup yang lebih  baik lagi. Namun sedikit sekali kutemukan orang yang berdiri berjam-jam seperti aku untuk menyedot setiap informasi gratis dari para penulis buku manajemen. Ya tak apa lah…

4. Sastra

Kali ini tanpa sadar aku tertawa lepas ketika membaca sebuah judul buku “Guru Writing Berdiri, Murid Writing berlari”. Luar biasa!!! Sangat menarik!!! Apalagi bagi orang yang punya target menerbitkan sebuah buku. Banyak hal memang yang musti dipahami di sini. Lalu ada lagi yang menggelitikku untuk menyentuh sebuah buku “Jurnalisme adalah Agamaku”, kalo ga salah begitu bunyinya.Mati Kita!!! Gatal rasanya untuk tidak membelinya.

5. Agama

Memang sudah kebiasaanku untuk memperhatikan orang-orang yang sedang berada di bagian ini. Entah mengapa. Mulai dari wajahnya, geraknya, pakaiannya semuanya dah!!! Karena bagiku, bagian ini adalah tempat dimana kita mencari ilmu seluas-luasnya. Maka perlulah diadakan penelitian, siapa-siapa sajakah yang selalu berada di bagian ini. Kalo cowo bisa dijadikan saudara, kalo cewe jadi saudari. Ckckck. Ada satu buku yang memang sejak bulan kemarin diincar untuk dibeli namun sayang ia telah lenyap di rak. Akhirnya hari ini kutemukan ia!!! Kini sampulnya memang berubah dari bulan kemarin, hari ini ia lebih….lebih hidup! Judulnya ‘Ternyata Sedekat Nggak Harus Ikhlas’, ini memang urusan uang namun merupakan investasi yang luar biasa jika kita bisa memahami hakekatnya. Sebelum aku mengakhiri jalan-jalanku, aku tertarik membaca sebuah kisah menarik dari Ustadz Subeki.

“Suatu hari seorang bapak membawa anaknya mendengarkan ceramah dan isi dari ceramah tersebut adalah bagaimana kilaunya wajah orang-orang shaleh. Setelah pulang dari ceramah tersebut, sang anak bertanya pada bapaknya,

“Pak, Ade mau tanya tentang ceramah tadi?”

Sang Bapak pun merasa bahagia karena anaknya memperhatikan isi dari ceramah tadi.

“Mang apa pertanyaanmu?”

“Kata pak ustadz, orang shaleh itu wajahnya kelihatan…..kelihatan kayak apa sih pak???”

Dengan senyum sang Bapak pun menjawab:

“Iya pasti keliatan dong De, Coba bayangin kalo orang shaleh wajahnya ga keliatan….pasti dikira hantu toh!!!”

Ade: Huaaaaaa!!!!

Cape Deh….itulah cerita oleh-oleh hari ini dari toko buku yang kukunjungi, semoga kita semakin cinta membaca dan menjadi generasi GILA MEMBACA!!! Amien.

Iklan

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s