“Ketika Film India Mampu Membuatku…”

Standar

Sebelum mulai nulis catatannya, saya kasih liat dulu ya video favorite saya 🙂 Selamat menikmati….

Setiap manusia selalu mempunyai sisi halus dari perasaannya, maka tak heran begitu di setelkan film india pasti deh tisu bertebaran dimana-mana. Anehnya lagi sudah tau itu videonya sedih tak terhingga, eh masih ditonton juga (Kisah pribadi yeee). Ckckckck.

Namun kali ini kita tidak sedang membicarakan secara khusus tentang video apa atau judul filmnya apa, ntar banyak yang request lagi. Kita adalah makhluk Tuhan yang senantiasa diberikan kemampuan untuk merasa, merasakan apa yang orang lain rasakan, ex: kesedihan, kekecewaan, dan kegembiraan. Namun kita terkadang acuh terhadap siluet-siluet tersebut, padahal kita merasa namun sayangnya kita terlalu egois untuk menjewatahkannya ke dalam sebuah perbuatan.

Contohnya jika kita melihat seseorang dalam kesulitan dan saat itu kita pun sedang dalam keadaan yang tidak menyenangkan, berapa persenkah dari kita yang bersedia untuk berbagi atau memberikan kelapangan saat kita dalam kesempitan (kutipan dari seseorang nih)?

Sensitif. itulah kata kuncinya. Terkadang dibutuhkan tingkat kesensitifan yang tinggi agar kita dapat merespon dengan cepat setiap peristiwa yang ada, tentunya dalam konteks kebaikan ya…krna jangan2 karena kita terlalu sensitif, melihat kantin kosong tak ada penjaganya, eh main embat aza tuh gorengan.

Rasa sensitif ini memang perlu dibangun agar kita tidak menjadi ‘Batu’ disaat orang lain membutuhkan kita. Kita sebagai makhluk sosial pasti membutuhkan orang lain dalam menjalani kehidupan ini, kesulitan yang timbul pun akan serasa ringan jika kita berbagi (hehehe berbagi kesulitan ya…). Namun itulah seninya!!!

Bagaimana kalo semua orang memiliki tingkat kesensitifan tinggi saat ia melihat sebuah ketidakberesan dan kesedihan dari saudaranya, serta ia bersedia membantu dengan sepenuh hati? wow…Indahnya….!!! Pasti saya juga akan menangis-nangis kalo sampai ceritanya di filmkan…ckckck.

Mari kita selalu berpegangan tangan dan saling meringankan beban….berjalanlah beriringan bukan digiring….

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s