“Mengolah Rasa”

Standar

Ada kalanya kita merasa begitu “kejam” terhadap orang yang ada di sekitar. Setiap kata yang keluar bagai pisau yang siap menancap di jantung pendengarnya. Kala hal tersebut terjadi, maka “The Black Mind” sudah berkuasa atas pikiran itu.

Ketika sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya, ketika kita tidak ingin diganggu, ketika melihat orang yang suka mengeluh, kita bisa mengatakan bahwa hal tersebut sangat mengganggu. Bisa dibayangkan bagaimana dengan orang-orang ‘yang tak bersalah’ yang berada di sekitar kita, mereka pasti akan menjadi sasaran empuk dalam pelampiasan amarah tersebut dan ujungnya berbuntut penyesalan.

Tentu kita semua tidak ingin berada di situasi yang mana kita tidak bisa mengendalikan emosi, maka penting sebuah pengetahuan mengenai kecerdasaan emosional. Apakah itu kecerdasan Emosional (Emotional Quotient)? Mari kita bahas bersama!

Menurut Goleman (2002 : 512), kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi (to manage our emotional life with intelligence); menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya (the appropriateness of emotion and its expression) melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial.

Hasil beberapa penelitian di University of Vermont mengenai analisis struktur neurologis otak manusia dan penelitian perilaku oleh LeDoux (1970) menunjukkan bahwa dalam peristiwa penting kehidupan seseorang, EQ selalu mendahului intelegensi rasional. EQ yang baik dapat menentukan keberhasilan individu dalam prestasi belajar membangun kesuksesan karir dan dapat mengurangi agresivitas, khususnya dalam kalangan remaja (Goleman, 2002 : 17).  

Aspek – aspek kecerdasan emosional menurut Rakhmat, 1985 adalah sebagai berikut :

a. Pengelolaan diri

Mengandung arti bagaimana seseorang mengelola diri dan perasaan-perasaan yang dilaminya.

b. Kemampuan untuk memotivasi diri

Kemampuan ini berguna untuk mencapai tujuan jangka panjang, mengatasi setiap kesulitan yang dialami bahkan untuk melegakan kegagalan yang terjadi.

c. Empati

Empati ini dibangun dari kesadaran diri dan dengan memposisikan diri senada, serasa dengan emosi orang lain akan membantu anda membaca dan memahami perasaan orang lain tersebut.

d. Ketrampilan sosial

Merupakan ketrampilan yang dapat dipelajari seseorang semenjak kecil mengenai pola-pola berhubungan dengan orang lain.

Walgito (1993) membagi faktor yang mempengruhi pesepsi menjadi dua faktor yaitu :

a. Faktor Internal.

Faktor internal adalah apa yang ada dalam diri individu yang mempengaruhi kecerdasan emosinya. Faktor internal ini memiliki dua sumber yaitu segi jasmani dan segi psikologis. Segi jasmani adalah faktor fisik dan kesehatan individu, apabila fisik dan kesehatan seseorang dapat terganggu dapat dimungkinkan mempengaruhi proses kecerdasan emosinya. Segi psikologis mencakup didalamnya pengalaman, perasaan, kemampuan berfikir dan motivasi.

b. Faktor Eksternal.

Faktor ekstemal adalah stimulus dan lingkungan dimana kecerdasan emosi berlangsung. Faktor ekstemal meliputi: 1) Stimulus itu sendiri, kejenuhan stimulus merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam memperlakukan kecerdasan emosi tanpa distorsi dan 2) Lingkungan atau situasi khususnya yang melatarbelakangi proses kecerdasan emosi. Objek lingkungan yang melatarbelakangi merupakan kebulatan yang sangat sulit dipisahkan.

Dari kajian di atas, kita pun menjadi berpikir untuk terus mengasah kemampuan kita dalam mengolah rasa. Jangan sampai karena kurangnya kita dalam memenej emosi maka ia menjadi boomerang pada kita dan mengkungkung kreatifitas kita.

Setiap insan memiliki RASA dan itu WAJAR, namun apakah setiap RASA itu harus diolah menjadi sebuah WUJUD? RASA apapun itu seyogyanya memberikan kontribusi kepada insan tersebut agar menjadi PRIBADI YANG BIJAK.

Sebelum saya akhiri kajian tulisan hari ini, terimalah persembahan dari saya sebuah lagu indah untuk semuanya “You’re beautiful”, sebuah lagu yang menggambarkan RASA.


Fiyati Utami

Samarinda, 15 Mei 2011

Source:http://teori-psikologi.blogspot.com/2008/05/kecerdasan-emosi.html

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s