Sebuah Kutipan: Surat Cinta Untuk Sang Aktivis

Standar

Akhwat sejati bukanlah
dilihat dari wajahnya yang manis dan
menawan, tetapi dari kasih sayangnya
pada karib kerabat dan orang
disekitarnya. Pantang baginya mengumbar
aurat, dan memamerkannya kepada
siapapun, kecuali pada mahramnya. Dia
senantiasa menguatkan iltizam dan
azzam-nya dalam ber-ghadul bashar dan
menjaga kemuliaan diri, keluarga serta
agamanya.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari
suaranya yang lembut dan mempesona,
tetapi dari lembut dan tegasnya tutur
dalam mengatakan kebenaran. Dia yang
senantiasa menjaga lisan dari ghibah dan
namimah. Pantang baginya membuka aib
saudaranya. Dia yang memahami dan
merasakan betul bahwa Allah swt
senantiasa mengawasi segala
tindak-tanduknya.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari liuk
gemulainya kala ia berjalan, tetapi dari
sikap bijaknya memahami keadaan dan
persoalan-persoalan. Dia yang senantiasa
bersikap tulus dalam membina
persahabatan dengan siapapun, dimanapun
dirinya berada. Tak ada perbendaharaan
kata “cemburu buta” dalam kamus
kehidupannya. Dia senantiasa merasa
cukup dengan apa yang Allah swt
anugerahkan untuknya, juga atas nafkah
yang diberikan sang suami kepadanya. Tak
pernah menuntut apa-apa yang tidak ada
kemampuan pada sang qowwam di tengah
keluarga. Sabar adalah aura yang
terpancar dari wajahnya. Sifat tawadhu’
adalah pakaian yang senantiasa dia pakai
sepanjang perguliran zaman.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari
bagaimana dia menghormati dan menyayangi
orang-orang ditempat kerja (wajihah
dakwah), tetapi dari tatacaranya
menghormati dan menyayangi siapapun dan
dimanapun tanpa memandang status yang
disandangnya. Dia yang dilihat
menyejukkan mata dan meredupkan api
amarah. Baitii jannatii selalu berusaha
ia ciptakan dalam alur kehidupan rumah
tangga. Totalitas dalam menyokong dakwah
suami dan berdarmabakti mengurus
generasi penerus yang berjiwa Rabbani

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari
banyaknya ikhwan yang memuji dan menaruh
hati padanya, tetapi dilihat dari
kesungguhannya dalam berbakti dan
mencintai Allah dan Rasulullah. Dia yang
selalu menghindari sesuatu yang syubhat
terlebih hal-hal yang diharamkan-Nya.

Akhawat sejati bukanlah dilihat dari
pandainya dia merayu dan banyaknya airmata yang menitik, tetapi dari
ketabahannya menghadapi liku-liku
kehidupan. Pancaran kasih sayang melesat
tajam dari tiap nada bicara yang keluar
dari bibirnya. Dia yang memiliki
perasaan yang tajam untuk selalu berbuat
ihsan kala ditempat umum maupun kala sendiri.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari
merdunya suara kala bertilawah Qur’an
dan banyaknya hadits yang ia hafal,
tetapi dari keteguhan dan konsistennya
mengamalkan kandungan keduanya. Dia
selalu berusaha mengajarkan pada yang
belum memahaminya. Al-Qur’an dan
As-Sunnah dijadikannya sebagai suluh
penerang serta pijakan dalam menelusuri
lorong-lorong gelap kehidupan.

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari
tingginya gelar yang disandangnya serta
luasnya wawasan ataupun lincahnya ia
bergerak, tetapi tingginya ghirah untuk
menuntut ilmu dan mengamalkan syariat
secara murni dan berkesinambungan. Ilmu
yang bermanfaat adalah tongkat yang ia
pegang.

Menjadi akhwat sejati,
niscaya akan membuat iri dan cemburu
para bidadari,
menjadi dambaan bagi mereka para insan
berjiwa Rabbani,
menjadi dambaan bagi mereka para pemilik
ruh dakwah dan jihadiyah,
serta para hamba Allah yang tidak
tertipu oleh gemerlapnya dunia yang semu…….

Menjadi Akhwat sejati,
Seperti yang dicontohkan oleh khadijah,
Aisyah, Hafsah, Maimunah, Shafiyah,
Fathimah Az Zahra, dan para shahabiyah
radiyallohu’anha ajma’in.

# Dipetik dari Buku : “Surat Cinta Untuk
Sang Aktivis” – Musafir Hayat #

-sumber: muslim page-

http://www.ruangmuslim.com/blog/akhwat-sejati.html

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

2 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s