Sindrom Langka, Perubahan Aksen Dan Nada Bicara

Standar

Sindrom langka atau yang disebut dengan Foreign Accent Sydrome ini adalah hal yang sangat jarang ditemui, namun sangat menarik untuk dikaji. Menurut penelitian FAS adalah:

Foreign accent syndrome (FAS) is speech disorder that causes a sudden change to speech so that a native speaker is perceived to speak with a “foreign” accent.  FAS is most often caused by damage to the brain caused by a stroke or traumatic brain injury. Other causes have also been reported including multiple sclerosis and conversion disorder and in some cases no clear cause has been identified.

“Syndrom Dengan Aksen Asing adalah kelainan cara berbicara yang tiba-tiba mengalami perubahan sehingga orang yang mengalaminya berbicara layaknya seorang Native Speaker karena ia menggunakan aksen Asing yang mirip dengan aslinya”.

Dikutip dari picunik.blogspot.com – Karen Butler, wanita berusia 56 tahun, mengalami perubahan aksen bicara, dari aksen Amerika menjadi aksen campuran antara Inggris, Irlandia, dan Eropa. Perubahan itu dialami setelah bedah gigi pada tahun 2009

http://blogtronyok.blogspot.com/
Dokter memiliki hipotesis bahwa Butler mengalami sindrom aksen asing (foreign accent syndrome/FAS), kelainan saraf yang mengubah intonasi dan nada bicara. FAS itu berkembang setelah Butler mengalami stroke ringan saat masih dalam terbius.
Bagi orang yang bukan ahli bahasa, penderita FAS terdengar berbicara dengan suatu aksen. Akan tetapi, bukti dari berbagai penelitian mendapati bahwa aksen penderita FAS bisa benar-benar asing. Seorang ahli bahasa bisa mengenali bahwa seorang penderita FAS tidak berbicara bahasa Inggris dengan aksen Skotlandia, meskipun sekilas terdengar demikian oleh orang non-ahli.
Asumsi lain yang tidak benar adalah, penderita FAS secara tiba-tiba mengenal suatu bahasa asing. “Kondisi itu tidak berhubungan dengan mengenal bahasa baru,” jelas para dokter.
Awalnya, FAS dikira sebagai masalah mental. Tapi penelitian kemudian menunjukkan adanya kelainan saraf, tepatnya saraf di otak kiri bagian depan yang berhubungan dengan bahasa. Penelitian itu didukung oleh penelitian-penelitian lain yang menyimpulkan bahwa FAS bukanlah kelainan kondisi mental, melainkan fisik.

FAS merupakan sindrom yang jarang terjadi. Sejak tahun 1900-an, hanya ada 60 kasus yang terdokumentasi.
Sebelumnya, dokter bedah menyebutkan bahwa aksen Butler akan kembali seiring membaiknya kondisi setelah operasi. Nyatanya, hari ini setelah kondisi Butler membaik, aksen asingnya tetap bertahan. FAS sudah memberi Butler “identitas baru.”

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s