Disdik Selidiki Insentif Fiktif

Standar
Selasa, 11 Oktober 2011 , 07:08:00

Dikutip dari Kaltim Post , BALIKPAPAN– Dugaan adanya dana insentif fiktif terhadap tenaga pengajar sekaligus kepala sekolah (Kepsek)  yang beberapa waktu ini kerap dikeluhkan sejumlah pihak,  terus diproses oleh Dinas Pendidikan. Dari penyaluran dana insentif pada Juni lalu, tercatat tak kurang dari 1.054 tenaga guru tidak mendapatkannya, karena dianggap tidak memenuhi syarat, salah satunya sering mangkir dalam mengajar. Kondisi ini bisa terus berjalan alias tidak berubah ke depan, jika Disdik tidak melakukan pengecekan.Melalui media ini, beberapa SMS masuk ke Kring Kotaku. Di SMS itu, antara lain, disebutkan adanya dugaan “main mata” antara tim pengawas dinas pendidikan (Disdik) dengan kepsek untuk memuluskan aliran dana yang jumlahnya Rp 1 juta perbulan dan dibayarkan persemester/6 bulan. Rinciannya, Rp 300 ribu dari APBD provinsi dan Rp 700 ribu dari APBD kota.

“(Kami) menyoal validasi kepsek yang selalu menikmati uang (insentif) itu. Mereka tak pernah mengajar, tapi bikin administrasi mengajar, sehingga tetap dapat uang dari validasi itu. Siapa menipu siapa?” sebut SMS dari nomor +6289690284290.

Tudingan itu tidak langsung ditampik Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Syahrumsyah Setia. Syahrumsah mengatakan, kemungkinan kecurangan bisa saja ada. Tapi pihaknya tak mau buru-buru memastikan kesalahan ada di tim pengawas. “Prosesnya kan sudah ada penilaiannya dari tim validasi.  Yang disinyalir fiktif akan kami cek kebenarannya ke pengawas. Karena tim itu yang monitor. Perlu jadi catatan, bisa saja yang keliru dalam pembagiannya. Kalau ada yang fiktif,   pasti akan kami minta uangnya untuk dikembalikan,” tegas Syahrumsah.

Diakui, validasi itu dilakukan dengan database pendidik sebanyak 6.887 guru untuk menerima tunjangan. Dana intensif itu diatur dalam Permendiknas no 30 tahun 2011 atas pembaharuan dari Permendiknas no 39/2009 tentang pemenuhan beban kerja guru dan pengawas satuan pendidikan. Regulasi ini mengatur adanya kriteria memenuhi ketentuan mengajar minimal 24 jam perminggu, memiliki NUPTK Guru dan perangkat pembelajaran dan tidak terdaftar sebagai PNS di instansi lain.

Khusus kepsek, yang dapat insentif itu memiliki kewajiban mengajar 6 jam perminggu. Namun mereka mengajar menjadi 24 jam perminggu setelah ditambah 18 jam perminggu sebagai Kepsek. Sedangkan wakepsek 12 jam perminggu. “Karena mereka (Kepsek) adalah guru yang diberi tugas tambahan (sebagai kepsek/wakepsek). Tapi tetap wajib mengajar di sekolah sesuai ketentuan,” tambahnya.

“Bagi para guru/kepsek/wakepsek  dan lainnya, yang tidak melaksanakan fungsi sesuai ketentuan maka yang bersangkutan tidak berhak mendapatkan insentif,” timpal Sekretaris Disdik Sri Wahyuningsih. Itu terbukti dari data penyaluran insentif ajaran 2010/2011.

“Dari anggaran provinsi 27,3 miliar dari provinsi itu yang dapat hanya 3.316 guru PNS dan 2.517 dari non PNS, dari total 6.887 tenaga guru. Kalau kepsek dari jumlah 435 kepsek, berapa yang tidak dapat tepatnya saya belum tahu. Yang jelas masuk dalam hitungan itu,” katanya. Sedangkan untuk insentif dari APBD kota, tidak disebutkan. Semenatara insentif untuk semester I ajaran 2011/2012 ini sedang didata, untuk dicairkan di Desember mendatang.  (*/lim/adm)

Iklan

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s