EKSPRESI….

Standar

Hmmm…Kesal! Marah! Esmoni!

Wajar dan normal ketika hati dongkol tak karuan saat ada sesuatu yang tak sejalan dangan hati kita. Air muka yang seketika memerah dengan balutan celetukan tajam terlepaskan tak karuan. Dalam hidup ini ada kalanya kita memang menjadi HULK’ yang tiba2 berubah ketika tersulut amarah yang tak terkendali, namun apakah itu menjadi SENJATA untuk kita agar apa yang kita mau bisa terealisasi? Tentu saja tidak jawabannya. Jika amarah kita jadikan senjata, maka yang adalah egois yang perlahan menggerogoti sistem KEPERCAYAAN orang terhadap kita. Saya pun masih banyak belajar dalam mengendalikan EMOSI agar tidak menjadi penyesalan di endingnya. Apalagi hari ini, entah kebetulan atau memang kebetulan (maksa deh yee..), tiap saya mengambil permen (yang dibelakang bungkusnya itu ada kata-katanya itu lho..you know what), saya selalu mendapat kata2 ‘I REGRET’! atau saya menyesal! Maka itu saya anggap sebagai teguran manis dari yang Maha Kuasa, bahwa setiap tindakan akan membawa KONSEKUENSI, baik atau buruknya sebuah tindakan tersebut. Yah, sama ketika saya mendapati merah di langit hati, saya pun harus menyadarkan diri bahwa apa yang saya perbuat akan berdampak nantinya.

Rasa marah itu bisa berarti kita peduli karena rasa marah itu adalah ungkapan hati yang menginginkan sesuatu yang lebih baik (ini jika dilihat dari kaca mata positif ya…). Bagaimanakah caranya kita mengingatkan satu sama lain? Terkadang kita dianggap sepele jika kita lurus-lurus saja, maka haruslah ada SHOCK THERAPY yang musti di lemparkan agar kita sadar bahwa ternyata ada ketimpangan didalamnya. Lalu, bagaimana cara kita menghadapinya? Lihatlah raut wajah yang di sekitar ketika kita lemparkan granat tersebut, biasa2 sajakah atau ada yang berbeda dari irama permainannya? Ketika kita sudah melihat responnya, maka mulailah untuk berbenah dan menJalankan konsep PERBAIKAN, dalam catatan tidak ada unsur balas dendam alias NOTHING PERSONAL.

Ujung dari ekspresi marah ini akan menunjukkan apakah seseorang itu memang BERJIWA BESAR atau kah dia terkurung di dalam pemikirannya yang KONSERVATIF.

Tidak semua orang marah itu tanda tak sayang! Bukankah kita harusnya THINK OUT OF THE BOX ketika menghadapi sebuah konflik, menjadikan kita CERDAS dalam mencari titik temu.

Jadi ingat ANGER MANAGEMENT, jadi ingat dengan materi KMO, jadi inget dengan FISH BONE!

Mari kita belajar lagi dalam mengendalikan diri, saya yakin tindakan ataupun sentilan yang saya dapat hari ini adalah sebuah batu loncatan kita menuju kesuksesan. Beristirahatlah kawan! Tomorrow will be nice if you wanna hold my hand and walk side by side!

 

Adinda Fiya,

For all my dear friends, Glad to have you all!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s