Jangan menyerah!

Standar

Hadapi setiap tantangan anda masing2.

Saya harus menjalani tantangan selama 6 bulan sebelum saya bisa dinyatakan Fix employee. Tidak ada yang mudah ketika saya masuk dan saya ditantang untuk meningkatkan skill saya dalam kurun waktu 2 minggu, saya diminta utk siap bekerja lembur saat dibutuhkan, dan tentunya saya harus siap menghadapi client yang selalu berbeda2.

Belum selesai 6 bulan percobaan saya, saya diminta utk menjadi coordinator bagi senior2 saya karena supervisor saya telah mengundurkan diri dan saya dianggap mampu untuk mengisi posisi itu. Ternyata saya dianggap mampu karena saya selalu tenang dalam menghadapi setiap tantangan, itu kata manager saya, maka dari itu saya selalu disebut sebagai “the calm lady” dari Samarinda.

Awalnya saya bertanya2 apakah saya mampu menghadapi orang2 yang lebih dulu masuk daripda saya? Berkat pengalaman berorganisasi, dg Bismillah saya yakin saya bisa.
Pantang menolak tugas dan pantang tugas tak selesai. Yakin usaha sampai. Itu jadi patokan saya. Berkali2 saya jatuh tapi saya anti dg kata menyerah. Berkali2 saya dianggap tidak mampu, tapi saya terlalu kuat utk di jatuhkan mental saya.

Tuhan selalu memperhatikan saya. Itulah mengapa saya selalu diberikan tantangan. Teringat sebuah kisah lama, Saya pernah dibentak dimaki ditengah2 ramainya konferensi se-kalimantan timur karena kesalahan dalam menjadi seorang dirijen lagu kebangsaan. Tapi saya tetap menegakkan kepala dan mengulang hitungan saya dan terus menyelesaikan tugas yg diemban. Saya tidak akan menangis malu karena kesalahan saya tapi saya belajar dari semua itu.

Saya sering bertemu dg banyak karakter, mulai yang suka mengeritik, suka beradu argumen, suka memperlihatkan kepandaian,dan dg yang benar2 cerdas juga ada. Saya belajar menghadapi mereka dg tenang.

Berjalannya waktu, dg berbagai macam persoalan terkadang menghantam kekuatan saya utk tetap tenang. Bagi orang2 yang sangat mengenal saya, mereka tau saat2 saya tidak suka, walau mati2an saya menyimpannya. Tapi saya selalu cepat mengambil langkah agar tidak mati emosi.

Beberapa kali saya pun runtuh menangis karena tidak kuat menghadapi setiap tantangan. Saya harus sempurna. Saya harus mendengarkan keluhan2. Saya harus menjadi problem solver dari masalah kerjaan hingga personal. Namun saya selalu yakin pasti ada harga yang luar biasa menanti saya.

Suatu saat saya kesepian di tengah ramainya kota. Saya sendirian. Kawan2 lama telah saya tinggalkan. Tempat2 di masa lalu enggan saya datangi karena saya tidak ingin mengingat kisah2 lama saya. Ada kalanya saya ‘hilang’ dan terkubur dalam sedih.

Tuhan tau saat kita melakukan yang terbaik, pasti ada orang2 baik yang akan menolong kita disaat2 yang paling jatuh. Sahabat2 baru saya yg sudah saya anggap seperti adik sendiri karna saya lebih tua daripd meraka. Mereka selalu ada untuk saya. Tak jarang kami saling mengingatkan. Saling memberi makan. Saling menghangatkan. Selalu bertanya ttg keadaan. Susah senang kami lewati bersama. Walau kdg saya terlalu memaksa mereka utk mengisi hari2 saya. Tapi saya hanya punya mereka!

Terkadang saya memainkan peran ‘demotivated’ agar saya tau sekuat apakah mereka memback up saya, trnyata diluar dugaan, mereka sangat membantu saya dan melakukan apapun agar saya kembali termotivasi.

Saya tak pernah ragu melangkah. Saya yakin tantangan saya masih banyak. Karena itu saya selalu mengisi amunisi motivasi, agar saya tidak mati ditengah2 perjuangan yg sdg saya hadapi.

Kisah ini utk semua yang saya cintai. I love you all.

Adinda fiya
Smd 050214

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s