BELAJAR DARI SEORANG PEMBAGI BROSUR

Standar

Pembagi Brosur.

Pernahkah anda melakukan hal ini? Ataukah anda adalah orang yang menerima brosur? Hmm. Atau anda tidak pernah menerima brosur?

Seorang pembagi brosur adalah sebuah pekerjaan yang luar biasa sulitnya untuk dilakukan. Kenapa begitu? Kalau dilihat anda hanya membagikan brosur kepada orang2 yang melalui anda. Tapi apakah mereka semua menerima? Ternyata tidak! Mereka hanya lewat dan tidak ada sangsi apapun untuk mereka ketika mereka menerima brosur tersebut. It’s free!

Pertama kalu saya melakukan pekerjaan tersebut, rasanya saya begitu MALU karena saya harus membagikan brosur tersebut di mall. Yah di mall! Tempat orang2 jalan2, tempat cowok2 keren jalan2, tempat orang2 berduit jalan2. Kenapa saya malu? Karena saya tidak pernah melakukan ini dan rasanya aneh karna biasanya saya yg diberi brosur dan saya tidak ingat apakah saya mengambil atau melengos pergi.

Lalu, MAKAN HATI! Anda cuma mengambil brosur yg saya berikan. Anda tidak saya minta membayar brosur saya. Itu informasi gratis! Ada yang melambaikan tangannya, ada yang meminta maaf dg tangan di dada, bahkan ada yang berjalan seolah saya ini manusia tidak terlihat, dengan cuek melalui saya. Wow saya ini cuma membagikan informasi!

SAKIT KAKI! Saya selalu menggunakan sepatu teplek, bukan high heel seperti SPG rokok yang seksi, tapi namanya berdiri selama 8 jam, walau saya bisa duduk, tp tetap kaki ini terasa perih. Kadang sya duduk sebentar dan melepas alas kaki agar kaki terasa rileks.

TAPI…rasa Malu, Makan Hati, Sakit kaki bukanlah sebuah alasan untuk saya berhenti membagikan brosur! Saya tau pekerjaan saya begitu melelahkan apalagi saat2 hari libur dan saya harus berdiri membagikan brosur yang sudah di targetkan harus habis, tapi bagi saya menjadi Pembagi Brosur adalah sebuah langkah awal saya menjadi orang sukses.

Saya harus sakit sebelum saya senang. Saya harus tau rasanya malu sebelum saya menghadapi berbagai macam tantangan. Saya harus makan hati sebelum saya dikecewakan oleh hal2 kecil yang tidak diperlukan. Saya belajar untuk mengatasi perihnya menjadi seorang pembagi brosur agar saya paham saat saya menjadi orang yang meminta orang lain melakukan hal yang sama.

Semua yang telah saya lakukan menguatkan mental saya. Saya bukanlah orang yang dari lahir sudah punya mental baja. Saya bukan orang yang mudah menjadi contoh bagi orang lainnya. Saya bukanlah orang yang punya kemampuan berdiri dg lama.

Tapi…saya belajar dar semua pengalaman saya. Saya memang pernah putus asa saat brosur saya tidak sesuai target, tapi saya tidak pernah lama menyerah dalam sebuah tantangan, bagi saya jika anda tidak menerima brosur saya, maka anda yang akan kekurangan informasi positif yang saya punya, karna banyak penerima brosur saya adalah orang2 yang kembali setelah tersadar bahwa brosur saya memiliki informasi yang sangat ia butuhkan.

Lelah letih kesal itu biasa. Tapi yang luar biasa adalah dedikasi kita terhadap tantangan yang kita hadapi. Kita tidak menghindar. Kita tidak merendahkan diri. Kita malah dg tangan terbuka dan hati bahagia saat kita diberikan tantangan baru yg lebih tinggi lagi.

Ingatlah selalu belajar dari seorang pembagi brosur. Ia tidak hina. Ia tidak rendah. Ia pemberi informasi yang akan mengubah hidup anda apabila menyadarinya.

Adindafiya
Smd, 060214

About fiyati

Saya adalah seorang anak perempuan yang lahir di Samarinda dan menempuh kehidupan sebagaimana biasanya, namun yang membuat saya berbeda ialah motto hidup saya yang takkan bisa dirubah oleh keadaan apapun jua. "Impossible is Nothing"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s