Berani Berhijrah

Standar

Memutuskan diri agar ditinggalkan adalah sebuah langkah yang tidak gampang untuk dilakukan, tapi adalah hal yang paling indah untuk dipahami ketika alasan untuk ditinggalkan bukanlah karena ada orang lain yang menganggu sebuah ikatan.

Allah menyayangi kita yang berani berhijrah dan aku memang ingin cari perhatian ke Allah.

Ketika Dia mengujiku dengan sosok manusia yang menyayangiku sepenuh hati, apalah aku hanya seorang hamba yang masih haus akan cinta manusia. kusayangi dia sepenuh hati. Bahkan tiada hari tanpa berbagi. Waktu bahagia dan sedih pun bersama. Saling bercerita tentang misi kita untuk meraih keberhasilan. Siapa yang rela melepaskan keindahan semacam itu?

Kubaca setiap sinyal yang Allah berikan, tidak jarang tapi sering Allah berikan sinyal itu tapi selalu kutepis karena aku tak mau kehilangan yang terindah.

Hingga dia pun berkali2 mencoba memberitahuku bahwa dia pun membaca sinyal yang Allah berikan, tapi berkali2 aku buat ia diam.

Kali ini aku ingin menjadi seseorang yang kau akan kenang dengan baik, bukan karena perangai buruk hingga pantas untuk ditinggalkan tapi karena aku ingin dicintai Allah dan aku pun ingin kau dicintai Allah.

Terima kasih atas semua tenaga, pikiran dan waktu yang sudah kau curahkan kepadaku.

Allah pasti menyayangi kita, jiwa2 yang kembali kepadaNya. Aamiin.

….

Standar

Matamu merah tapi kau bertahan
Kau tahan nafas sesakmu
Air mata tak kau biarkan turun
Kau cepat2 menghadap kaca dan menghapusnya
Tanganmu sibuk mengetik pekerjaan yang belum jua tuntas
Wajahmu kau alihkan ke layar laptop
Hatimu jelas berkecamuk
Tapi tak kau hiraukan
Ini hidup bukan sinetron
Lagu yang diputar pagi ini isinya tak kau pahami artinya
Sudahlah tak jua kau pedulikan
Kau ingin kembali ke titik nol
Seolah kau sedang mencari-cari cara untuk mereset dirimu

Ajari Aku Cinta

Standar

“Huff.. kenapa kau seribet ini ukh?”

Jika saja kau ga membuat macam2 syarat pastilah dari tahun kemarin semuanya sudah berbeda. Kurang apa lagi ukhti, semua kawanmu yang pergi ke tanah suci mendoakanmu. Ibunda pun turun memasukkan namamu dalam daftar doanya. Apalagi? Menunggu apa dirimu?

😊

Memang aku ribet 😄. Aku selalu berdoa. Allah pun selalu menjawabnya. Aku selalu meminta. Allah juga selalu memberinya. Tidak ada yang kutunggu selain memantaskan diri. Tidak ada yang kucari selain belajar mencintai.

Hingga kuputuskan mencari seseorang yang patut kucintai. Dengan bantuan seseorang, kutemukan referensi. Lalu kemarin aku menangis tersedu di kamarku. Aku membaca kisah hidup Rasulullah SAW, per lembar kucerna hati2. Aku ingin mencintai dia. Aku ingin benar2 mencintainya. Selama aku belajar di bangku Madrasah, aku selalu mendapatkan pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dan Akidah Akhlak. Baru aku sadari yang selama ini kupelajari memang tentang Rasulullah, tapi aku tak mencernanya. Aku hanya sebatas membaca dan menghapal deni menjawab diujian Madrasah. Semakin menangis hati ini. Melihat tanggungan Rasulullah terhadap ummatnya. Semakin sedih aku merasakannya. Haru yang tak terkira di hatiku. Aku memang bukan santri pondok pesantren, bahkan aku bukan perempuan yang punya ilmu agama yang baik. Namun aku ingin belajar mencintai. Mencintai seseorang yang belum aku temui wujudnya & mendengar suaranya. Cukup aku membaca kisahnya & melihat kebaikan yang Ia tularkan ke seluruh ummat manusia. Cintanya menjadikan semuanya bercahaya. Cintanya seperti cinta orang tua kepada anaknya. Cintanya seperti yang tua mencintai yang mudà. Cintanya bagai cinta sesama manusia untuk saling berbagi. Begitu luas cinta Rasulullah SAW. Maka dari itu biarkan aku belajar mencintai terlebih dahulu.

Jangan kasihani aku karena aku belum juga berada di singgasana pengantin. Kasihani aku jika ternyata aku tak peduli dengan agamaku. Lalai meninggalkan perintah Allah SWT dan malah mengerjakan yang telah dilarang. Melupakan manusia yang paling sempurna, Rasulullah SAW.

Jangan tinggalkan aku, berikan aku ilmu. Kita harus saling berbagi dan belajar. InsyaAllah Allah SWT akan membalas semua yang kau berikan kepadaku. Aamiin.

BRAVE

Standar

(Pic : google)

Saya suka sekali dengan film animasi yang satu ini. Itulah mengapa Brave menjadi nama pelengkap untuk nama akun di IG. Hehehe.

Film ini mengisahkan tentang seorang putri kerajaan yang bernama Merida yang akan dinikahkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang pemuda pemenang lomba. Lomba ini diikuti oleh para putra kerajaan lainnya.

Merida yang memiliki jiwa bebas dan tak ingin berakhir dengan pernikahan yang dipaksakan oleh ibunya, maka ia pun tergiur menggunakan mantra agar sang ibu membatalkan rencana tersebut, namun mantra tersebut tidaklah tepat karena dengan mantra itu sang ibu malah menjadi seekor beruang.

Kisah ini bercampur haru karena Merida sadar bahwa apa yang ia lakukan adalah hal yang salah, maka apapun ia lakukan harus segera ia perbaiki. Yaitu mengembalikan wujud ibunya menjadi manusia.

Akhir cerita ini pun cukup menguras emosi. Apakah Merida tetap menjalani pernikahan yang telah ditentukan dan sang ibu kembali menjadi manusia? Pengorbanan harus dilakukan. Takdir seseorang akan terjalin pula dengan takdir-takdir yang lainnya. Hanya saja terkadang seseorang itu tidak tahu bagaimana menujunya dan perlu bantuan untuk menuju kesana.

Brave. Yes I am. Fiya Brave.

UNWRITTEN

Standar

(Pic: google)

I am unwritten, can’t read my mind, I’m undefined
I’m just beginning, the pen’s in my hand, ending unplanned

Staring at the blank page before you
Open up the dirty window
Let the sun illuminate the words that you could not find

Reaching for something in the distance
So close you can almost taste it
Release your inhibitions
Feel the rain on your skin
No one else can feel it for you
Only you can let it in
No one else, no one else
Can speak the words on your lips
Drench yourself in words unspoken
Live your life with arms wide open
Today is where your book begins
The rest is still unwritten

I break tradition, sometimes my tries, are outside the lines
We’ve been conditioned to not make mistakes, but I can’t live that way

Staring at the blank page before you
Open up the dirty window
Let the sun illuminate the words that you could not find

Reaching for something in the distance
So close you can almost taste it
Release your inhibitions
Feel the rain on your skin
No one else can feel it for you
Only you can let it in
No one else, no one else
Can speak the words on your lips
Drench yourself in words unspoken
Live your life with arms wide open
Today is where your book begins

Feel the rain on your skin
No one else can feel it for you
Only you can let it in
No one else, no one else
Can speak the words on your lips
Drench yourself in words unspoken
Live your life with arms wide open
Today is where your book begins
The rest is still unwritten

Staring at the blank page before you
Open up the dirty window
Let the sun illuminate the words that you could not find

Reaching for something in the distance
So close you can almost taste it
Release your inhibitions
Feel the rain on your skin
No one else can feel it for you
Only you can let it in
No one else, no one else
Can speak the words on your lips
Drench yourself in words unspoken
Live your life with arms wide open
Today is where your book begins

Feel the rain on your skin
No one else can feel it for you
Only you can let it in
No one else, no one else
Can speak the words on your lips
Drench yourself in words unspoken
Live your life with arms wide open
Today is where your book begins
The rest is still unwritten

*natashabeddingfield’s

UP

Standar

(Pic : google)

Lagi nonton film animasi UP.

Ya kalo lagi galau cerita ini bakal bikin hati merasa bahwa cinta sejati itu tak mengenai batas waktu. Walau sempet mikir juga “does it exist?”

Bayangin aja pasangan hidupmu pergi selamanya? Seseorang yang selama ini ada di sisimu, di pagimu, di siangmu, di malammu harus menjauh. Tanpa persiapan ketegaran kau harus tegar.

Seperti Sang Kakek yang ditinggalkan oleh istrinya, ia pun harus tetap menjalani hari walaupun semua takkan sama lagi.

Ketidaksiapan menerima kehilangan akan berakhir dengan rintihan perih di hati walau tak terucap. Ingin menangis? Menangis saja.

Hanya segala hal yang kita lewati bersama tidaklah pernah mati.

Ketika semua tidak berjalan seperti yang kita inginkan, lakukanlah perjalanan terbaik untuk mewujudkan cita-cita. Jadikanlah segalanya sebagai motivasi untuk terus berjalan.

Suatu saat kita akan memahami kenapa ada awal jika ada akhir. Cukup ucapkan dalam doa untuk saling menjaga. Tersenyumlah, kita akan bahagia. Semua akan baik-baik saja.

EQUALS

Standar

(Pic: google)

Equals.
The movie i watched last night. Actually for the first time I watched it, i felt so boring to see the slow tempo of the life.

The casts do everything based on th schedule. Wake up, eat, take a bath, work, eat, sit, sleep. It’s around and around. The movie ends when the casts decide to break the rule and run away from that flat life.

Today, I am home from my job, laying on my bed and having an online chat on with someone. I finally understand that the movie is the reflection of this life. We’re gonna be like the casts. Living in a flat life. We’re on schedule. Doing those activities again and again.

On my mind, I know I am too tired of the drama. Let’s break it and run away from this unintended life. Build our own world. Make it color. Lemme be the reality, even I have to be hurt. Lemme fall down, even I have to feel sick. It’s fine, so I can learn from all the sickness and being hurt, because this life is my choice. My rule.