Jagalah hatimu..

Standar

Sungguh aku pernah berada di sisi gelap itu
Dan aku paham bagaimana rasanya
Sungguh aku tak ingin kembali ke masa itu
Aku pun tak pernah bisa jadi sempurna
Yang jauh dari sosok bidadari ataupun bayangan indahnya
Tapi diri ini tidak pernah berhenti berdoa
Agar suatu saat nanti kau menemukanku
Dalam keadaan anggun dan menjadi perempuan yang kuat serta taat
Jagalah hatimu untukku nanti
Jika kita pada akhirnya bertemu

Untuk Kau yang sedang bersedih

Standar

Untuk kau yang sedang bersedih..
Menangislah..
Biarlah semua itu berlalu seiring derai tangismu
Aku takkan berkata “sabar”
Karena aku tau kau butuh sesuatu lebih dari sekedar ucapan simpati
Ambillah waktu untuk hatimu bersandar sejenak
Di hamparan sajadah yang sedari tadi menanti dirimu
Kau terlalu kuat untuk dijatuhkan wahai Saudaraku
Saat nanti kau siap, datanglah padaku
Lalu Kita bersama hiasi hari dengan hati yang baru
@fiya_brave

Duhai Pencipta Cinta

Standar

Duhai Pencipta Cinta,
Aku yang kecil ini terombang-ambing dengan rasa
Aku yang masih malu terhadap penilaian manusia
Aku berpikir bagaimana untuk dapat membuat mereka menerima
Kenapa aku terlalu sempit memikirkan rasa
CintaMu tidak pernah hilang untukku
Tapi aku bukanlah pencinta sejatiMu
Karena aku masih buta akan nikmat dunia
Aku yang hina dan penuh dosa
Menghamba kepadaMu
Jangan biarkan aku lupa akan makna cinta sesungguhnya
CintaMu Ya Rabb

Masalah

Standar

Masalah,
Hidup siapa yang tak pernah punya masalah?
Selalu datang bertubi-tubi,
Kadang jelas resah hati karena masalah mengambil bagian dari setiap hidup ini
Lelahkah?
Itu sudah pasti
Namun sekali lagi kuasa Allah datang menghampiri
Aku yang mengira sudah tidak layak mendapatkan perhatianMu
Ternyata Kau nyatakan cintaMu dengan menguatkan pundak kecilku
Terima kasih Allah.
@fiya_brave

Ternyata

Standar

Tentang siapa yang paling egois, tetaplah kau pemenangnya,
Kau pergi setelah merebut hati yang terpana oleh rasa,
Kuberlinang air mata tanpa kau tau betapa beratnya,
Kubilang aku terluka,
Berharap kita tidak pernah bersama,
Jika tau ini akhirnya,

Kata demi kata pedas kuucapkan,
Kutancapkan di hatiku seolah kau sudah salah menilai rasa,

Tahun berlalu….
Ketika aku mulai reda,
Ternyata diluar sana, kau pun sedang menuliskan puisi yang sama sedihnya,
Dan kau pun merasa bahwa aku lah paling egois dan akulah pemenangnya

You

Standar

What if you find yourself standing in front of the mirror and you are looking at the reflection of someone you don’t know?

You are trying to recognize but  you still don’t know her.

You feel like living in someone else’s life.

Because you know it is not you.

Who will you ask? Who helps you to find yourself again?